Assalamua’alaikum Wr Wb,,,
Teruntuk wanita yang
rahimnya menjadi tempat ku tidur delapan belas tahun lalu, yang sari pati
makananya aku yang telan, yang darahnya aku minum, yang rahimnya aku
tendang-tendang, yang kadang sering membuatnya sakit., ibu ku yang cantik…
Ibu, ketika awal
kemunculanku di dunia, tangis yang ku hadirkan. Namun kau menyambutku dengan
senyum yang merekah lebar, lelah mu seolah hilang. kehadiran ku kau anggap
sebagai karunia terindah dari Allah. Ibu,
nafas pertama ku didunia membuat ku sakit, makannya kala itu aku menangis. Terima kasih karena kau menyambutku
dengan senyum mu.
Kini aku semakin besar
bu, semakin tumbuh dengan kasih sayang mu dan ayah. Sekarang aku jarang
melihatmu, sekarang kita jarang berinteraksi, sekarang aku sedang terbang,
meninggalkan sejenak sangkar kecil kita bu,,,
Namun jarak tak
membuatmu lupa akan aku,
Aku ingat ketika kau
bilang, “kalau ibu sedang makan, selalu teringat kakak, kakak disana makan apa
gak”?
Aku memanggilnya ibu,
maaf karena telah banyak membuat keringat mu bercucur, maaf karena membuat
tulang-tulang mu keletihan, maaf karena membuat mu kepanasan tersengat matahari, maaf karena membuat kulit
putihmu mulai kecoklatan, maaf karena membuat tangan mu kasar, maaf karena
membuat mata mu harus lebih lama tertidur, maaf karena membuatmu lebih cepat bangkit dari tempat tidur, maaf
karena banyak menyita waktu mu dengan cerita-cerita konyol ku. Ibu,, maaf atas
tangisan dan tingkah nakal ku, ibuu,, maaf aku nakal…
Terima kasih atas
segalanya, atas senyum, lelah dan juga tangis mu,,
Tuhan, aku titip
bidadari yang Kau kirimkan untukku ya, jaga ia sebagaimana ia menjaga dan
mengasihi ku ketika aku kecil. Tambahkan rezekinya setiap hari, jangan buat ia
sakit, dan berikan yang terbaik untuk nya. Karena aku mencintainya karena Mu..
Salam
Cinta dan peluk hangat
Dari
anak mu yang manis, Sri Suci Ramadhani


