Senduan nada hitam
Berkecamuk menyandera kalbu
Sekarang pekat karena malu
Tingkah laku menggores perilaku
Kini pena menulis sajak rindu
Dengan tinta yang hampir pilu
Terngiang jabatan itu
Damai rasanya menyejuk kalbu
Aku pena itu
Dia tinta itu
Bersatu menjadi simfoni untuk ayah ibu
No comments:
Post a Comment