Sajak sederhana
lantunan jiwa
Ku tulis indah dengan
tinta cinta
Tanpa pilu tanpa ragu
Seiring doa-doa syahdu
Untuk yang tangguh melahirkan
ku
Aku memanggilnya ibu
Wanita yang merelakan
rahimnya untuk ku
Meluangkan waktunya
untuk canda ku
Merelakan pundak nya
untuk sandaran kepala ku
Sajak cinta untuk ibu
Aku hampir Sembilan belas tahun
Saatnya abdi tercurah
untuk mu
Saatnya membesarkan
hati mu
Layaknya engkau
membesarkan hati ku sedari dulu
Aku memanggilnya ibu
Pelepas rantai penat
jiwa
Pelipur lara di ujung
duka
Pembias angin hampa
dunia
Peluruh dahaga kehausan
semesta
Penikmat tiap keluh
kesah
Seutas sajak tanda
kasih ku
Tanpa janji untuk
menukar nya
Hanya gelora jiwa
membahagiakan
Menggandeng mu mengelilingi
Ka’bah
Dan aku memanggilnya
ibu…

No comments:
Post a Comment